Punya Kartu Kredit? Kamu Harus Tahu Apa itu CVV atau CVC

Bagi pemegang kartu kredit, ada hal-hal yang perlu diketahui bagian-bagian yang tertera di kartu yang multifungsi itu. Salah satunya adalah CVV/CVC. Kamu sudah tahu belum apa itu CVV atau CVC? CVV atau CVC merupakan sebuah kode yang ada dalam kartu kredit kamu dan berfungsi sebagai kode verifikasi saat bertransaksi menggunakan kartu kredit. 

Sebelum membahas yang disebut CVV/CVC, ada baiknya mengetahui apa saja yang tertera di bagian depan dan bagian belakang kartu kredit. Apa saja itu:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa itu CVV atau CVC Kartu Kredit?

  loader
Ilustrasi letak CVV/CVC

CVV (Card Verification Value) atau CVC (Card Verification Code) adalah kode keamanan tiga atau empat digit yang terdapat pada kartu kredit atau kartu debit. Kode ini digunakan untuk memverifikasi identitas pemilik kartu dan mencegah penipuan saat transaksi online atau pembelian tanpa menggunakan kartu secara fisik.

  • CVV pada kartu kredit/debit dengan nomor 16 digit: Biasanya berupa tiga angka yang terletak di bagian belakang kartu, di dekat tanda tangan.
  • CVC pada kartu dengan nomor 13 digit: Kode ini juga bisa berada di belakang kartu, tetapi terkadang di bagian depan untuk kartu dengan nomor lebih pendek.

CVV atau CVC tidak tercetak di struk atau dalam data transaksi, sehingga hanya pemilik kartu yang bisa mengetahuinya. Fungsi utama kode ini adalah untuk memberikan lapisan keamanan tambahan saat melakukan transaksi di situs e-commerce atau platform digital lainnya.

Perbedaan antara CVV, CVC dan PIN

Kode CVV (Card Verification Value) atau CVC (Card Verification Code) dan PIN (Personal Identification Number) memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, meskipun keduanya dirancang untuk meningkatkan keamanan transaksi kartu kredit dan debit.

Perbedaan Utama CVV/CVC PIN
Fungsi Utama Digunakan untuk melindungi transaksi online. Kode ini memastikan bahwa pengguna kartu benar-benar memiliki akses fisik ke kartu tersebut saat memasukkan detail pembayaran di situs web atau aplikasi. Digunakan untuk memverifikasi identitas pemegang kartu saat melakukan transaksi fisik, seperti penarikan uang di ATM atau pembayaran di mesin EDC. PIN memastikan bahwa hanya pemilik kartu yang dapat mengakses dana atau menyelesaikan transaksi.
Letak dan Penyimpanan Kode tiga hingga empat digit yang tercetak di kartu, biasanya di bagian belakang (untuk Visa/Mastercard) atau depan (untuk American Express). CVV tidak boleh disimpan oleh merchant atau dalam sistem pembayaran untuk alasan keamanan. Kode rahasia yang diatur oleh pemegang kartu dan hanya diingat oleh mereka. Kode ini biasanya tidak tercetak atau disimpan di kartu.
Jenis Transaksi yang Dilindungi Melindungi transaksi tanpa kartu fisik (card-not-present), seperti belanja online, yang memerlukan detail kartu untuk otentikasi. Melindungi transaksi yang membutuhkan kehadiran fisik kartu. Misalnya, untuk menarik uang tunai di ATM atau pembayaran langsung di toko.

Cara Menggunakan Kartu Kredit untuk Transaksi Online

loader

Menggunakan kartu kredit untuk transaksi online cukup mudah, namun Anda perlu berhati-hati untuk memastikan keamanan data kartu kamu. Berikut langkah-langkah untuk menggunakan kartu kredit saat berbelanja online:

  1. Pilih Situs atau Platform yang Terpercaya

    Pastikan kamu berbelanja di situs atau platform yang aman dan terpercaya. Periksa apakah situs tersebut memiliki "https" di URL (yaitu, koneksi aman) dan logo keamanan seperti kunci atau segel kepercayaan.

  2. Pilih Produk yang Akan Dibeli

    Pilih barang atau layanan yang ingin kamu beli, lalu masukkan ke keranjang belanja atau pilih opsi "Checkout" untuk melanjutkan ke proses pembayaran.

  3. Pilih Metode Pembayaran

    Saat kamu sampai pada halaman pembayaran, pilih opsi pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debit. Biasanya ada beberapa pilihan metode pembayaran, seperti PayPal, transfer bank, atau kartu kredit.

  4. Masukkan Informasi Kartu Kredit

    Silakan masukkan informasi kartu kredit yang biasanya meliputi data-data berikut:

    • Nomor Kartu Kredit: Nomor 16 digit yang ada di bagian depan kartu.
    • Tanggal Kadaluarsa: Bulan dan tahun kadaluarsa kartu yang tertera di kartu Anda.
    • CVV atau CVC: Kode tiga digit di bagian belakang kartu.
    • Nama Pemegang Kartu: Nama yang tertera di kartu.
  5. Verifikasi Pembayaran

    Untuk beberapa transaksi, kamu mungkin perlu melakukan verifikasi tambahan. Ini bisa dilakukan dengan:

    • OTP (One-Time Password): Beberapa bank mengirimkan kode verifikasi melalui SMS atau aplikasi bank untuk memastikan bahwa transaksimu sah.
    • Autentikasi 3D Secure: Sistem verifikasi ini seperti Visa Secure atau Mastercard Identity Check yang memintamu untuk memasukkan kode keamanan tambahan yang bisa didapatkan dari aplikasi bank atau melalui SMS.
  6. Tunggu Konfirmasi

    Setelah pembayaran berhasil, kamu akan menerima konfirmasi dari situs e-commerce yang memberitahukan bahwa transaksi telah diproses. Kamu juga akan menerima email atau pesan teks yang mengonfirmasi bahwa pembayaran telah dilakukan dan produk akan dikirim.

Tips Aman Gunakan CVV Kartu Kredit saat Transaksi Online

loader

Pahami bahwa kode CVV/CVC memiliki fungsi sebagai verifikasi data, di mana pemilik kartu adalah satu-satunya orang yang mengetahui kode CVV untuk melanjutkan atau membayar tagihan kartu kredit.

Ketahui dampaknya jika kode CVV tersebar, hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum jahat yang bisa menguras uang dengan melakukan pembelian secara online berbekal kode CVV/CVC pada kartu kredit tersebut.

Oleh sebab itu, menjaga kerahasiaan kode CVV sangat penting. Kejahatan online kerap kali terjadi karena kelalaian pemilik kartu kredit yang tidak menjaga CVV dengan baik. Berikut tips aman bertransaksi online menggunakan kartu kredit.

  1. Hindari menyimpan data-data kartu kredit dan kode CVV di dalam ponsel dan aplikasi belanja / transaksi online guna menggindari pencurian data.
  2. Terapkan sistem keamanan ganda, yaitu gunakan PIN untuk setiap transaksi kartu kredit.
  3. Jangan sembarangan untuk meng-klik atau mengisi formulir yang meminta data kartu kredit atau kode CVV dengan alasan apapun, termasuk alasan verifikasi data dari pihak yang mengatasnamakan penerbit kartu kredit.
  4. Jangan pernah memposting foto diri beserta informasi data pribadi seperti nomor kartu kredit dan CVV di media sosial.
  5. Jangan melakukan transaksi online yang melibatkan kartu kredit/debit di jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

  6. Aktifkan notifikasi SMS atau email untuk setiap transaksi kartu kredit atau debit agar bisa memantau aktivitas secara real-time.

  7. Sering memeriksa riwayat transaksi pada rekening bank atau kartu kredit untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

  8. Segera blokir kartu kredit jika menemukan transaksi yang mencurigakan. Misalnya, kamu menerima notifikasi SMS berupa konfirmasi verifikasi pembayaran transaksi kartu kredit yang tidak dilakukan.
  9. Gunakan selotip untuk menutupi kode CVV di kartu fisik, sehingga tidak mudah terlihat oleh orang lain.
  10. Transaksikan kartu kredit hanya pada situs web yang aman (dengan protokol HTTPS dan logo gembok).
  11. Gunakan otentikasi dua faktor (PIN atau OTP) untuk lapisan keamanan tambahan pada transaksi.

Ketahui CVV/CVC Kartu Kredit Agar Transaksi Online Lancar

Bagaimana, apakah sekarang sudah megetahui apa yang dimaksud dengan CVV atau CVC number ini? Dapat disimpulkan bahwa fungsi utama dari CVV/CVC number ini adalah sebagai perlindungan terakhir pada kartu kredit saat melakukan belanja online.

Jadi tidak perlu khawatir saat ingin melakukan transaksi online dan diminta untuk memasukkan tiga digit yang tertera di bagian belakang kartu kredit ini. Dan yang paling penting adalah jagalah selalu kerahasiaan kartu kredit, agar tidak disalahgunakan oleh orang lain.